This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 10 Oktober 2016

Ni'mat ALLAH Yang Paling Sering diKeluhkan

Image result for Hujan

Kita semua mengetahui bahwa hujan adalah satu dari sekian ni'mat yang diberi ALLAH kepada hambanya. Namun masih banyak saja orang yang mengeluh saat terjadi hujan, padahal hujan merupakan rahmat yang diturunkan ALLAH . ALLAH SWT

                                                                                                                
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28)

Arti Rahmat Dalam Beberapa Ayat

Kata rahmat dalam beberapa ayat al-Qur'an mempunyai beberapa makna beragam, diantaranya:
1. Islam, yakni dalam ayat:
يَخۡتَصُّ بِرَحۡمَتِهِۦ مَن يَشَآءُ‌ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ
Allah menentukan rahmat-Nya [kenabian] kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S.Ali-Imran: 74). 
2. Iman, seperti dalam firmanNya:
قَالَ يَـٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ۬ مِّن رَّبِّى وَءَاتَٮٰنِى رَحۡمَةً۬ مِّنۡ عِندِهِۦ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَـٰرِهُونَ 
Berkata Nuh: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?" (Q.S. Hud: 28).  
3. Surga, yakni dalam ayat yang berbunyi:
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِى رَحۡمَةِ ٱللَّهِ هُمۡ فِيہَا خَـٰلِدُونَ
Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah [surga]; mereka kekal di dalamnya. (Q.S. Ali-Imran: 107).
4. Hujan. sesuai dengan bunyi ayat berikut:
وَمَن يُرۡسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَىۡ رَحۡمَتِهِۦۤ‌ۗ أَءِلَـٰهٌ۬ مَّعَ ٱللَّهِ‌ۚ تَعَـٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشۡرِڪُونَ
dan siapa [pula] kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum [kedatangan] rahmat-Nya? [4] Apakah di samping Allah ada tuhan [yang lain]? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan [dengan-Nya]. (Q.S. An-Naml: 63).
5. Rezeki. Ini makna pada firman Allah Ta'ala:
قُل لَّوۡ أَنتُمۡ تَمۡلِكُونَ خَزَآٮِٕنَ رَحۡمَةِ رَبِّىٓ إِذً۬ا لَّأَمۡسَكۡتُمۡ خَشۡيَةَ ٱلۡإِنفَاقِ‌ۚ وَكَانَ ٱلۡإِنسَـٰنُ قَتُورً۬ا 
Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai khazanah rahmat Tuhanku, niscaya khazanah itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya". Dan adalah manusia itu sangat kikir. (Q.S. Al-Isra': 100).
6. Kesehatan. Berdasarkan firman Allah Ta'ala:
 قُلۡ أَفَرَءَيۡتُم مَّا تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ إِنۡ أَرَادَنِىَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ هَلۡ هُنَّ كَـٰشِفَـٰتُ ضُرِّهِۦۤ أَوۡ أَرَادَنِى بِرَحۡمَةٍ هَلۡ هُنَّ مُمۡسِكَـٰتُ رَحۡمَتِهِۦ‌ۚ قُلۡ حَسۡبِىَ ٱللَّهُ‌ۖ عَلَيۡهِ يَتَوَڪَّلُ ٱلۡمُتَوَكِّلُونَ
Katakanlah: "Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku". Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri. (Q.S. Az-Zumar: 38).

                   ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                    

 “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Sebarkan !!! insyaallah bermanfaat.
Sumber:1001 Tanya-Jawab Tentang Al-Qur'an, hal. 1001, Qasim Asyur, Penerbit: Pustaka Al-Kautsar.

Selain itu hujan juga waktu merupakan waktu yang mustajab untuk berdo'a kepada ALLAH SWT.Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
        
                                                                                                                    
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”
 
                                                      
Image result for HujanSumber : www.flickr.com
         


Disini kita bisa melihat bahwasannya hujan merupakan sebuah rizki yang diberikan oleh ALLAH SWT kepadaha hambanya yang menysukuri ni'mat itu, Akan tetapi masih banyak orang yang tidak menysukuri itu,  karena  berbagai macam alasan, orang yang mensyukuri terjadinya hujan pasti akan mengambil hikmah dari turunnya hujan itu. Saat terjadinya bencana seperti kabut asap yang pernah terjadi di Indonesia, hujan sangat dibutuhkan pada saat itu sampai-sampai diberbagai kota melakukan sholat istiqa(Sholat minta hujan). Apa yang terjadi jika hujan tidak pernah turun lagi? Apa yang terjadi, tidak pernah mengingatku lagi, seperti orang-orang yang lupa tentang hujan?.

Oleh sebab itu marilah saudara-saudariku sekalian yang dirahmati ALLAH SWT. mulai sekarang marilah untuk kita tidak mengeluh apabila terjadi hujan, syukuri ni'mat ALLAH SWT dengan membaca do'a saat terjadi hujan. Insya ALLAH. ALLAH akan mengabulkan do'a kepada hambanya yang mau bersyukur dan bersabar dari segala ni'mat dan cobaan yang ALLAH. berikan kepada hambanya.

Jumat, 07 Oktober 2016

Kesabaran yang Luar Biasa




Ibnu Hibban meriwayatkan di dalam kitab “Ats-Tsiqat” kisah ini. Dia adalah imam besar, Abu Qilabah Al-Jurmy Abdullah bin Yazid dan termasuk dari perawi-perawi yang meriwayatkan dari Anas bin malik. Dan yang meriwayatkan kisah ini adalah Abdullah bin Muhammad. Berikut kisahnya :
Saya keluar untuk menjaga perbatasan di Uraisy Mesir. Ketika aku berjalan, aku melewati sebuah perkemahan dan aku mendengar seseorang berdoa,
“Ya Allah, anugerahkan aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridloi. Dan masukkanlah aku dalam rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shalih.” (QS. An-Naml: 19).
Aku melihat orang yang berdoa tersebut, ternyata ia sedang tertimpa musibah. Dia telah kehilangan kedua tangan dan kedua kakinya, matanya buta dan kurang pendengarannya. Beliau kehilangan anaknya, yang biasa  membantunya berwudhu dan memberi makan…

Lalu aku mendatanginya dan berkata kepadanya, “Wahai hamba Allah, sungguh aku telah mendengar doamu tadi, ada apa gerangan?”

Kemudian orang tersebut berkata, “Wahai hamba Allah. Demi Allah, seandainya Allah mengirim gunung-gunung dan membinasakanku dan laut-laut menenggelamkanku, tidak ada yang melebihi nikmat Tuhanku daripada lisan yang berdzikir ini.” Kemudian dia berkata, “Sungguh, sudah tiga hari ini aku kehilangan anakku. Apakah engkau bersedia mencarinya untukku? (Anaknya inilah yang biasa  membantunya berwudhu dan memberi makan)
Maka aku berkata kepadanya, “Demi Allah, tidaklah ada yang lebih utama bagi seseorang yang berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, kecuali memenuhi kebutuhanmu.” Kemudian, aku meninggalkannya untuk  mencari anaknya. Tidak jauh setelah berjalan, aku melihat tulang-tulang berserakan di antara bukit pasir. Dan ternyata anaknya telah dimangsa binatang buas. Lalu aku berhenti dan berkata dalam hati, “Bagaimana caraku kembali kepada temanku, dan apa yang akan aku katakan padanya dengan kejadian ini?  Aku mulai berpikir. Maka, aku teringat kisah Nabi Ayyub ‘alaihis salam.
Setelah aku kembali, aku memberi salam kepadanya.
Dia berkata, “Bukankah engkau temanku?”
Aku katakan, “Benar.”
Dia bertanya lagi, “Apa yang selama ini dikerjakan anakku?”
Aku berkata, “Apakah engkau ingat kisah Nabi Ayyub?”
Dia menjawab, “Ya.”
Aku berkata, “Apa yang Allah perbuat dengannya?”
Dia berkata, “Allah menguji dirinya dan hartanya.”
Aku katakan, ”Bagaimana dia  menyikapinya?”
Dia berkata, “Ayyub bersabar.”
Aku katakan, “Apakah Allah mengujinya cukup dengan itu?”
Dia menjawab, “Bahkan kerabat yang dekat dan yang jauh menolak dan meninggalkannya.”
Lalu aku berkata, “Bagaimana dia menyikapinya?”
Dia berkata, “Dia tetap sabar. Wahai hamba Allah, sebenarnya apa yang engkau inginkan?”
Lalu aku berkata, “Anakmu telah meninggal, aku mendapatkannya telah dimangsa binatang buas di antara bukit  pasir.”
Dia berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan dariku keturunan yang dapat menjerumuskan ke neraka.”
Lalu dia menarik nafas sekali dan ruhnya keluar.
Aku duduk dalam keadaan bingung apa yang kulakukan, jika aku tinggalkan, dia akan dimangsa binatang buas. Jika aku tetap berada disampingnya, aku tidak dapat berbuat apa-apa. Ketika dalam keadaan tersebut, tiba-tiba ada segerombolan perampok mendatangiku.
Para perampok itu berkata, “Apa yang terjadi?” Maka aku ceritakan apa yang telah terjadi. Mereka berkata, “Bukakan wajahnya kepada kami!” Maka aku membuka wajahnya, lalu mereka memiringkannya dan mendekatinya seraya berkata,  “Demi Allah, Ayahku sebagai tebusannya, aku menahan mataku dari yang diharamkan Allah dan demi Allah, ayahku sebagai tebusannya, tubuh orang ini menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sabar dalam menghadapi musibah.”
Lalu kami memandikannya, mengafaninya dan menguburnya. Kemudian, aku kembali ke perbatasan. Lalu, aku tidur dan aku melihatnya dalam mimpi, beliau kondisinya sehat. Aku berkata kepadanya, “Bukankah engkau sahabatku?” Dia berkata,” Benar.” Aku berkata, “Apa yang Allah lakukan terhadapmu?” Dia berkata, “Allah telah memasukkanku ke dalam surga dan berkata kepadaku, ‘Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.’” (QS. Ar-Ra’d: 24). “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Dari ceramah Syaikh Abu Ishaq Al-Huwainy yang berjudul Jannatu Ridha fit Taslim Lima Qadarallah wa Qadha
 
Sumner : www.KisahMuslim.com

Kamis, 06 Oktober 2016

Kesaksian Guru Bakrie Atas Karomah Abah Guru Sekumpul

Berkata Allahyarham Guru Bakrie.
Pernah dulu ada fitnah terhadap Syaikhona Abah guru sekumpul waktu itu pernah satu kali Abah Guru tidak sholat jum'at lalu di katakan wali apa itu sampai tidak sholat jum'at.
Hingga Aku kata Guru Bakrie bertemu dengan Abah guru dan Abah guru berkata, Aku sudah siap-siap di kamar mau berangkat ke Mesjid untuk sholat jum'at dan tiba-tiba Aku lihat al qur'an itu bediri tepat di depan pintu kamar.
Aku tidak mungkin melangkahi Al qur'an itu sehingga aku duduk menunggu Al quran itu tidak berdiri lagi di depan pintu kamar, tapi Al qur'an itu tetap berdiri sampai berakhirnya sholat jum'at baru Al quran itu menyingkir dari pintu.
Dan aku tidak tahu ada apa di balik itu semua, tapi Aku hanya tidak mungkin melangkahi Al quran sehingga aku tidak sholat jum'at dan aku pun di fitnah macam-macam tapi aku hanya diam kada melawani karena mereka tidak tahu kenapa Aku tidak sholat jum'at. (Allahyarham Guru Bakrie berkata, cap munafik apabila aku berdusta akan hal ini).
Berkata Allayrham Guru Bakrie Gambut.
Waktu itu ada haji Akbar dimana wukuf arafah bertepatan hari jum'at dan waktu itu di Mekah dan arafah turun hujan, karena tidak biasa Mekah turun hujan.
Aku membawa rombongan utk haji akbar itu kata Allahyarham Guru Bakrie.
Saat tawaf dan juga saat di padang Arafah aku melihat Syaikhona Abah guru dengan berpakaian ihram, dan yang lihat beliau bukan aku saja tapi hampir seluruh jemaah yang aku bawa melihat Syaikhona Abah guru sekumpul sampai aku berkesimpulan Abah Guru berangkat menunaikan ibadah haji karena saat itu ibadah haji akbar.
Pada hari ahad sore aku telpon kawan ku yang berada di banjar, apakah Majelis Sekumpul jalan atau istirahat, karena aku pikir Abah guru menunaikan ibadah haji. Tapi aku kaget karena kawan ku bilang majelis sekumpul tetap jalan seperti biasa. Dan kami semua jemaah heran karena kami yakin betul Abah Guru sekumpul terlihat di beberapa tempat walau saat di dekati Abah guru menghilang.
Sampai akhirnya aku pulang ke benua lagi. Dan masih penasaran dengan hal itu, lalu selesai majelis kamis sore di sekumpul aku mendatangi ibu Rahmah adik dari Abah Guru sekumpul untuk bertanya apakah Abah guru berangkat haji tahun ini.
Ibu Rahmah berkata bahwa Abah guru tidak berangkat kemana-mana tapi memang ada hal yang aneh kata Ibu Rahmah..
Waktu itu aku lewat kamar Abah guru karena waktu itu pintu kamar sedikit terbuka dan tanpa sengaja Aku lihat Abah guru memakai pakaian ihram dan pakaian ihram itu terlihat basah seperti kena hujan. Mendengar penjelasan itu aku pun yakin kata Guru Bakrie bahwa yang aku lihat itu betul-betul Abah Guru sekumpul karena saat itu mekah dan arafah di guyur hujan..
Berkata Allahyarham Guru Bakrie.
Waktu itu aku bertamu kerumah Abah Guru Sekumpul. Dan aku lihat di depan ada org tua yang duduk menunggu untuk bertemu Abah Guru
Karena belum dapat ijin dari petugas, orang tua itu menunggu di depan pintu rumah Abah guru sekumpul.
Aku pun masuk bertemu Abah guru, wkt kami berbincang-bincang Abah guru berkata...
"Bakrie kita betangguhan yo (main tebakan).
Coba ikam tangguhi (coba tebak), siapa nama org yang menunggu di depan tu nah beserta bin nya, lalu darimana asalnya dan mau apa dia kesini."
Lalu Guru Bakrie berkata :
"Kada tahu ulun abah, ulun hanyar hari ini aja betamu lawan urang itu (tidak tahu abah, saya baru pertama kali ketemu dengan orang itu).
Lalu Abah guru tertawa sambil baucap :
"Namanya tu Bakrie ae fulan bin si fulan, alamat nya di jalan ini, urg barabai. Kesini hendak minta banyu soalnya ada keluarganya yang sakit keras."
Lalu Aku kata Guru Bakrie menemui orang itu dan bertanya siapa nama dengan binnya, alamat rumahnya dan hajatnya kesini, dan memang benar sekali, apa yang di ucapkan Abah guru itu tepat semua, padahal Abah guru sekumpul baru pertama kali bertemu, itu karena Abah guru kasyaf dan tahu apa yang ada di dalam hati orang itu.
Pernah juga ada seorang Habaib yang bertamu Abah guru dan pakaiannya seperti pakaian orang yang mau kondangan pakai baju hem, dan celana panjang sambil baucap :
"Aku ne habaib guru"
Abah Guru berkata :
"Kada usah baucap kaya itu, aku tahu ja orang itu habaib atau kada kata Abah guru."
Maka Habaib itu pun diam karena merasa malu kurang adab dengan Abah guru.
Dan Allahyarham Al allimul al alamah Guru Bakrie Gambut berkata :
"Munafik bila aku berdusta, aku bertemu dengan Abah Guru dan Abah guru bekata :
"Aku Bakrie kemarian sabtu pengajian ibu-ibu hendak mehimungi (menyenangkan) para ibu-ibu di majelis sabtu sekumpul, jadi Aku hendak belucu-lucu. Aku pakai jas, pakai kopiah hitam dan pakai kacamata hitam sehingga ibu ibu tertawa melihat aku. Tapi tidak berapa lama, aku melihat Rasulallah hadir dan datang kepadaku sambil memeluk dan mencium ku, aku kaget dan menangis terisak-isak di tengah Majelis ibu ibu, karena aku merasa tidak pantas di peluk dan di cium Rasulallah. Yang niat nya Aku hendak belucu-lucu menjadi betangisan di majelis, karena hadirnya Rasulallah.
Allahyarham Guru Bakrie berkata :
"Aku di ijini menceritakan hal ini oleh Abah guru apabila Abah guru sudah tidak ada lagi, karena akan menjadi fitnah bagi Abah Guru sekumpul, dan aku Munafik apabila cerita ku ini dusta belaka.
Syaikhona Abah Guru sekumpul berkata :
"Sekiranya kalian di buka kan hijab ini maka kalian akan lebih banyak menangis daripada tertawa, dan lebih banyak bergadang sedikit tidur karena yang kalian lihat akan membuat kalian lebih banyak menangis dan sedikit tidur.
Subhanallah..!
Oleh : @Yusrie Salman Al Aydrus.
Sumber : http://www.trendingtopic.top/2016/04/kesaksian-guru-bakrie-atas-karomah-abah.html